Lorenzo: Tak Ada Tekanan Rebut Gelar di 2009

Senin, November 17, 2008 / Diposting oleh dodiyanto / komentar (0)


Lorenzo: Tak Ada Tekanan Rebut Gelar di 2009
Sabtu, 15 November 2008
Jorge Lorenzo mengakui, jika tidak ada tekanan bagi dirinya untuk memenangkan gelar juara dunia di musim 2009, setelah debut sensasionalnya di MotoGP.

Pembalap Spanyol tersebut, yang juga juara dunia kelas 250cc dua kali, finish di urutan keempat klasemen keseluruhan, dengan memenangkan 6 seri serta meraih 6 finish di podium dan 4 posisi pole.

Namun dengan semua hasil menawan yang ia raih selama musim debutnya. Pembalap Yamaha tersebut hanya memiliki tujuan tunuk meningkatkan performanya, lebih dari musim awalnya di Moto GP. "Tidak ada target yang harus dipenuhi dimusim depan, tidak seorangpun mendesak saya untuk menjadi juara di musim depan."aku Lorenzo.

Selain memfokuskan diri pada performanya, Lorenzo akan memberi perhatian lebih untuk motor baru Yamaha miliknya. "Saya hanya memiliki kesempatan untuk mencoba motor baru tersebut, dalam waktu satu hari. itupun dengan maksud untuk lebih beradaptasi dengan peraturan baru MotoGP."lanjutnya.* (autosport.com)

Label: , , , ,

Wahyu Widodo Rebut Gelar Juara Kejurnas Motoprix

Senin, November 17, 2008 / Diposting oleh dodiyanto / komentar (0)

Wahyu Widodo Rebut Gelar Juara Kejurnas Motoprix

Selasa, 11 November 2008
Pembalap Suzuki IRC U Mild AHRS, Wahyu Widodo, berhasil memenuhi ambisinya merebut gelar juara region II Kejurnas Motoprix di kelas paling bergengsi MP1 setelah mencatat nilai sempurna ( 50) di putaran terakhir yang berlangsung di sirkuit Delta Mas Cikarang, Bekasi, Jabar, Minggu.

Wahyu berhasil memenangi pertarungan sengitnya melawan Denny Triyugo (Yamaha Trijaya FDR) serta Sigit PD (Yamaha TDR Indoparts Yonk Jaya) yang sama-sama memiliki peluang besar menjadi kampiun dengan meraih total poin 218.

"Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan, seluruh tim, mekanik, pihak sponsor, Suzuki, IRC, U Mild, kemudian KYT, Elf yang turut mengantarkan saya menjadi juara umum di kelas MP1 untuk region Jawa," kata Wahyu dalam siaran pers tim IRC U Mild AHRS.

Dengan kaki kanan yang masih cedera, Wahyu menunjukan semangat bajanya untuk meraih gelar perdana bagi tim Suzuki IRC U Mild AHRS.

Di race pertama, Wahyu menyudahi perlawanan Denny yang terus menempelnya hingga lap terakhir. Sayang Sigit PD, pimpinan klasemen, harus tergusur dari lintasan setelah terjatuh.

Kejadian serupa terulang di race kedua, di mana Wahyu dikuntit Denny yang terlepas dari kawalan Ardhi Satya (Suzuki Manual Tech).

"Meski start awal saya kurang baik, namun perlahan saya akhirnya bisa menyalip satu persatu hingga finish.Sungguh sebuah pertarungan yang sangat ketat, khususnya ketika saya mendapat tekanan dari Denny Triyugo," kata Wahyu,

Ditambahkan Wahyu, setelah di kelas MP2, Denny Triyugo memastikan gelarnya seri sebelumnya, dia menjadi semakin fokus untuk membidik juara di kelas MP1.

"Karena itu dengan mengesampingkan cedera kaki, saya sangat berambisi menjadi juara di MP1," kata pembalap asal Ciamis itu.

Meski demikian, di kelas MP2, Wahyu tetap memberikan perlawanan dengan menjadi runner up di dua race yang dilangsungkan di bawah Denny yang menyapu bersih podium pertama di kelas tersebut.

Sementara itu, Brand Manager U Mild, Yasin Tofani Sadikin mengungkapkan rasa bangganya atas perjuangan Wahyu yang mampu menjadi juara sekaligus memberikan titel pertama bagi Suzuki IRC U Mild AHRS.

"Semangat bertanding yang tinggi, mental juara, serta dukungan mekanik,kerjasama tim solid serta motor yang prima bisa mengalahkan cedera Wahyu. Meski hanya gelar juara region Motoprix, namun ini adalah buah jerih payah tim yang patut diapresiasi. Sekali lagi selamat untuk Wahyu," kata Tofani.

by : http://indonesianracing.com

Label: , , , ,

Sean Juara, Rifat Juara Nasional

Senin, November 17, 2008 / Diposting oleh dodiyanto / komentar (0)


Sean Juara, Rifat Juara Nasional
Senin, 17 November 2008
Pasangan Serge Rally Team Cody Crocker/Sean Gelael berhasil tampil sebagai juara putaran terakhir Gudang Garam International Rally Indonesia 2008 yang berakhir di kawasan perkebunan akasia kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Minggu (16/11) petang waktu setempat.

Cody/Sean yang turun dengan Subaru WRX N12B menyelesaikan lomba yang digelar Bloedus Management Indonesia (BMI) ini dengan total waktu 1 jam 38 menit 25,08 detik. Sebelumnya, di hari pertama lomba yang berlangsung Sabtu (15/11), mereka juga sukses memimpin urutan terdepan dengan total waktu 51 menit 43,33 detik.

Hasil ini sekaligus membawa Sean Gelael tampil sebagai peraih gelar navigator nasional 2008 termuda Indonesia dengan 65 poin, sekaligus mengubur ambisi Anthony Sarwono yang menjadi navigator Rizal Sungkar yang sebelumnya sama-sama memiliki poin kembar: 45. “Ya, saya sangat senang dengan keberhasilan saya meraih gelar nasional 2008,” kata Sean usai menyelesaikan lomba hari kedua.

Kendati demikian, Sean mengakui bahwa di SS-10 menjelang finish dirinya sempat tegang karena khawatir peristiwa Palembang beberapa waktu lalu terulang lagi. Ketika itu, Sean yang tandem dengan David Maslaz dan berada di posisi terdepan hanya tinggal menyelesaikan setengah perjalanan lagi untuk mencapai garis finish. Namun karena mobilnya mengalami kerusakan, akhirnya posisinya disabet Rifat Sungkar yang tampil menjadi juara.

“Walau sampai SS-9 saya dan Cody sudah unggul, namun saya tetap tegang mengingat kejadian beberapa waktu lalu itu. Beruntung, semuanya berjalan mulus hingga saya dan Cody menjadi juara, sekaligus meraih gelar navigator nasional. Saya kagum dengan cara mengemudi Cody, dan dia sangat profesional,” tandas Sean.

Sementara itu Rifat/Bill Hayes menempel di posisi kedua dengan total waktu 1 jam 41 menit 34,71 detik. Meski berada di urutan kedua, namun putra pasangan Helmy-Ria Sungkar ini berhasil tampil sebagai juara nasional untuk kategori driver dengan 78 poin. Ini merupakan sukses kedua pereli Gudang Garam Pertamax Rally Team tersebut, setelah pada 2007 lalu juga tampil sebagai juara nasional.

Hanya saja, penampilan Rifat ini merupakan yang terakhir di ajang kejurnas karena pada musim depan ia akan lebih konsentrasi di seri APRC dan reli Amerika. “Itu rencana saya untuk tahun depan. Soal gelar nasional, saya percayakan kepada Rizal yang mudah-mudahan bisa meraihnya nanti,” ungkap Rifat.

Rizal/Anthony Sarwono yang finish di urutan ketiga dengan total waktu 1 jam 41 menit 54,18 detik, tampil sebagai runner-up nasional dengan 61 poin. “Hasil ini sudah maksimal, dan saya harus mensyukuri. Mengenai keinginan Rifat, ya, mudah-mudahan saya bisa melanjutkan dominasi Sungkar sebagai juara nasional pada musim depan,” tutur pereli Pertamina Rally Team ini.

Posisi keempat ditempati andalan Serge Rally Team, Ricardo Gelael/Hervian Soejono dengan torehan waktu 1 jam 42 menit 57,55 detik. Hasil ini mengantarkan Ricardo/Hervian ke posisi tiga besar nasional dengan 51 poin. “Senang dan senang. Namun yang membuat saya bahagia adalah keberhasilan putra saya, Sean, sebagai navigator nasional. Saya bangga dengan prestasinya,” tandas pereli yang akrab disapa Kadok ini.

Sedangkan posisi lima besar ditempel pasangan Akbar Hadianto/Ananto Sjarief dengan catatan waktu 1 jam 43 menit 20,40 detik. Subhan Aksa/Hade Mboi sendiri mundur dari lomba hari kedua ini akibat Evo VI-nya mengalami kerusakan pada crank sensor-nya. “Kecewa, ya, tentu saja. Namun saya harus realistis, karena mobil saya sudah tua,” kata Subhan.

Hasil Lima Besar:
1. Cody Crocker/Sean Gelael 1 jam 38 menit 25,08 detik
2. Rifat Sungkar/Bill Hayes 1 jam 41 menit 34,71 detik
3. Rizal Sungkar/Anthony Sarwono 1 jam 41 menit 54,18 detik
4. Ricardo Gelael/Hervian Soejono 1 jam 42 menit 57,55 detik
5. Akbar Hadianto/Ananto Sjarief 1 jam 43 menit 20,40 detik (MOR)

by : http://indonesianracing.com

Label: , , ,